(sambil dengerin joy enriquest)..kenapa aku hobi banget nulis sih? ntahlah! sampe kamar berantakan kertas2. apalagi klo pas dapet pinjeman laptop ato komputer, bisa nggak tidur bermalam2, ngetik! lamaaaa bgt ga bikin pwisi, tapi semalem, lahir juga satu pwisi! melo seeh..tapi..seem like a nice start
Telah lengkap kuuraikan cahaya rembulan
Menjadi lilin berpendar pada kertas-kertas
Yang menuliskan ketidaktahuan kita. Suratmu
Tapi masih juga,
Aku tak punya cukup nyali untuk mengejanya
-pengecut yang mengaku pemberani-
Cemooh angin malam. Aku diam
Karena mimpi semalam telah mengirim pesan
Jauh hari sebelum aku belajar membaca senyummu
Kau adalah absurdisitas yang mengejawantah
Tiba dimimpiku dari negeri yang langitnya selalu purnama
Membawakanku seribu mawar yang mekar semua
Untuk kemudian pergi lagi.
Setelah itu,
Hatiku serupa pasir pantai
Penuh oleh jejak tikam langkahmu
Cuma ada siluet lambaian tanganmu diufuk barat
Telah lengkap kuuraikan cahaya rembulan
Biar ia tak pernah bisa jadi purnama
Sejak malam itu, aku melihat purnama sebagai bingkai
Lukisan abstraknya harapan dan imagi
Serta segala sesuatu yang sentimental dan melankolis
Dan kau. Semua yang berwarna sepi
Tapi mimpi semalam membuatku faham
Besok purnama datang lagi. Bersamamu
Sementara aku belum mampu membaca semua pertanda
Yang kau bawa dan kau tinggalkan
Di ruang-ruang tanpa sekat di hatiku…
23 lewat dikit, 10 okt 06