Archive for April, 2008

21
Apr

maaf, tapi aku memang
ingin dia mati!

tuhan kalian yang setia terselip di sela bibir..

di toilet, warung makan, ruang tunggu, atau terminal bis

mengepul asap mengepung syaraf membunuh fikir

tuhan kalian yang mendekam selalu di saku

mau ke sawah, ke kantor, ke pasar, atau toko buku

beku… pembuluh darah beku ditukar nafsu

tuhan kalian yang meruapkan kepul

saat sendirian, bergaul, atau berkumpul

mengisap asap dan kepedulian pun tumpul

tuhan kalian yang kalian beli dengan darah dan keringat

tapi toh aku selalu gagal berfikir dan mengingat

apa yang kalian korbankan demi beberapa menit nikmat

dan maaf, tapi aku memang ingin tuhan kalian mati!

(dari perjalanan penuh asap di selatan sumatra dan sedikit
teringat sebuah puisi panjang berjudul “tuhan sembilan senti” -karya taufik Ismail- dan teringat juga sebuah skripsi di Fapsi tentang korelasi perilaku mengasap
dengan kepekaan diri)

catatan:

1. Penggunaan “aku” dan “kalian” adalah untuk 
   menguatkan bahwa memang ada jarak dan perseberangan yang jauh
antara      perokok dan nonperokok.

2. Terimakasih Allah, telah Kau kirimkan    
lelaki-lelaki yang benci rokok ke kehidupanku. Bapak dan Erwin lalu 
   sekarang Mas Aan, dan beberapa lainnya.

  1. Silakan
              buka website2 ini, kalau masih belum percaya bahaya
         rokok: http://www.emrupdate.com/images/resources/newsletters/cigarette.jpg

Cigarette_3

11
Apr

::april, suatu senja::


ke selatan, kau bertemu lautku

ke timur, kau berjumpa matahariku

ke utara, kau bersua gunungku

ke barat, kau bersatu dengan senjaku


aku ada dimanapun kau menghadap

aku ada bagaimanapun kau berharap

02
Apr

Antologi gelisah

I.
Tentang Kegelisahan

Gelisah-lah
yang mencari. Gelisah pula yang menemukan
Gelisah-lah yang menggeliat. Gelisah pula yang memecah cangkang
Gelisah-lah yang berjalan. Gelisah pula yang sampai ke tujuan


Gelisah
tidak duduk diam. Gelisah Berkecamuk diam-diam


II.
Lapar dan Hausku

Lapar
haus dalam tenang dan sejuknya ruang ber-AC
Atau Mereka yang menghitung kerikil dibawah lindasan roda gerobak sarat muatan
Mana ibadah menurutMu, Kekasihku?


III.
Limaratus Duapuluh

Disini, hidup adalah beberapa lembar berjumlah total limaratus duapuluh

Didalamnya bernaung anak, istri, keponakan, mertua dan satu saudara jauh
Sepotong dibagi tujuh. Dan tak perlu ada keluh

Kemewahan menjemput hanya
setahun sekali, tiap Idul Adha
Tapi, kebahagiaan  tersedia dimana-mana tanpa harus mengada-ada
"Orang Kecil cukup bahagia dengan karunia-karunia kecil"

Sahaja dan bahagia. Itu saja
satu-satunya kalimat dalam catatan harian kami

IV. Sapa Aku

Sapa aku
yang sunyi

Tegur
aku yang sepi

Waktu
aku merasa Kau jauuuuh sekaliiii

(Padahal
Kau masih selalu ditempat yang sama
Menungguku datang dengan tangan terbuka dan cemburu menyala-nyala
Atas segala sesuatu yang kusanding dan menduakanMu
Duhai Sang Maha Penyayang, terimakasih…)

V. Shirathal Mustaqiim

Mungkin Kau sampai bosan mengirimkan kami jalan lurus
yang tak pernah kami lirik dan urus


::Kolaborasi
sunyi, hujan, Maret, dan April 2008::