I.
Tentang Kegelisahan
Gelisah-lah
yang mencari. Gelisah pula yang menemukan
Gelisah-lah yang menggeliat. Gelisah pula yang memecah cangkang
Gelisah-lah yang berjalan. Gelisah pula yang sampai ke tujuan
Gelisah
tidak duduk diam. Gelisah Berkecamuk diam-diam
II.
Lapar dan Hausku
Lapar
haus dalam tenang dan sejuknya ruang ber-AC
Atau Mereka yang menghitung kerikil dibawah lindasan roda gerobak sarat muatan
Mana ibadah menurutMu, Kekasihku?
III.
Limaratus Duapuluh
Disini, hidup adalah beberapa lembar berjumlah total limaratus duapuluh
Didalamnya bernaung anak, istri, keponakan, mertua dan satu saudara jauh
Sepotong dibagi tujuh. Dan tak perlu ada keluh
Kemewahan menjemput hanya
setahun sekali, tiap Idul Adha
Tapi, kebahagiaan tersedia dimana-mana tanpa harus mengada-ada
"Orang Kecil cukup bahagia dengan karunia-karunia kecil"
Sahaja dan bahagia. Itu saja
satu-satunya kalimat dalam catatan harian kami
IV. Sapa Aku
Sapa aku
yang sunyi
Tegur
aku yang sepi
Waktu
aku merasa Kau jauuuuh sekaliiii
(Padahal
Kau masih selalu ditempat yang sama
Menungguku datang dengan tangan terbuka dan cemburu menyala-nyala
Atas segala sesuatu yang kusanding dan menduakanMu
Duhai Sang Maha Penyayang, terimakasih…)
V. Shirathal Mustaqiim
Mungkin Kau sampai bosan mengirimkan kami jalan lurus
yang tak pernah kami lirik dan urus
::Kolaborasi
sunyi, hujan, Maret, dan April 2008::
seperti biasa
kata kata sunyi dan sepi
coba deh
aku bautin puisi yang ada kata ramai, hiruk pikuk dlsb
bisa kan?
ahaha.. jgn cemaskan aku, tut! emang dasarnya suka yg sepi2;)
tapi bolehlah usul-e, ntar bikin puisi yg agak semangat deh..