Harus kukirim kemana…??!
Kurangkumkan untukmu bunga
perdu sebelum langit jatuh kelabu
Pada bulirnya yang sahaja
kutiupkan cinta
Sisa-sisa embun gemuk masih
bergelayut manja
Aahh…. padanya kusaksikan
bahwa hatiku memang telah kalah
Kekalahan yang kupilih melalui
caraku sendiri tanpa seorangpun serta
Dan kuikat semuanya dengan pita
warna pelangi
Ku tunggu kau di padang
ilalang yang biasanya
Angin bertanya, kemana aku
ingin dibawanya terbang
Kusebutkan namamu, dan angin
berlalu dengan senyum tersipu
Matahari menyapa, apa yang
kucari sendiri di tempat sepi
Kusebutkan namamu, dan matahari
bernyanyi tentang lagu seri
Burung-burung mengajak, kemana
aku ingin diantar bertualang
Kusebutkan namamu, dan
burung-burung berkicau riang
Karenamu-kah dunia begini ceria?!
Tapi sampai menjelang siang,
kau tak datang
Sementara aku mulai bosan
bermain dengan hati sendiri
Dan lama-lama aku benar-benar
bosan bercakap dengan mulut sendiri
Kau benar-benar tak datang.
Ketika tak ada alamat yang bisa
kutuju, harus kemanakah kukirimkan salamku?
Bunga perdu-ku memang tak layu
Tapi tak kau lihatkah di
mataku, ada yang berlinang?!
Ketika tak ada bahu yang bisa
kusandari, harus kemanakah kulepaskan tangisku?
Tak ada yang hilang….
Tak ada yang hilang, langit
masih terang benderang
Tak ada yang hilang,
burung-burung masih bernyanyi riang
Tak ada yang hilang, aku hanya
merasa sepi….
::buatmu yang kupanggil dengan
hati::